jump to navigation

M Alwi, seorang sobat lama Januari 21, 2009

Posted by tvo in berita, elingan.
Tags: , , , ,
trackback

Senin siang yang lalu saya menjemput bi Anah yang telah selesai tetirahnya, dan agar supaya kondisi kesehatannya lebih cepat membaik saya membawanya berobat ke klinik dr evi, sore itu juga.

Ketika menunggu giliran, saya perhatikan seorang lelaki berkacamata yang baru saja keluar dari ruang periksa, bersama seorang anak lelaki seumuran anak bungsuku.  Ternyata dia Muhammad Alwi, teman sekuliah dulu di kampus baranangsiang.  Setengah teriak kupanggil namanya, dia pun kaget juga bertemu saya disitu.  Setelah bersalaman kami sempat bercakap-cakap dan saya ketahui kemudian Alwi sedang melanjutkan S3-nya disini. Sebentar saja, karena tidak lama kemudian bi Anah sudah dipanggil untuk diperiksa. Tetapi saya sempat bertanya ancer-ancer tempat kostnya di balebak – babakan lebak –.

Siang tadi saya berniat untuk menemui Alwi di rumahnya.  Rencananya saya harus mampir dulu ke ATM BCA karena kijangku sudah sangat kehausan.  Saya menuju gerbang keluar kampus melalui jalur lingkar barat, lupa bahwa seharusnya saya mengambil jalur lingkar timur karena disitulah letaknya atm BCA. Ketika gerbang sudah terlihat albeo baru mengingatkan, sambil sedikit bersungut terpaksa saya tidak keluar dulu karena mau tidak mau saya harus ke atm, wong di dompet ga ada uangnya.

Sesampainya di gerai atm, antrian di atm BCA sudah cukup panjang, sebagaimana biasanya.  Karena terburu-buru saya lantas antri di atm BNI – letaknya bersebelahan dengan atm BCA – yang tinggal dua orang saja,  Terpaksa kartu atm BNI istri saya pakai dulu.

Setelah mengambil uang bensin saya kembali meluncur ke arah gerbang keluar, tapi celaka, terlihat jalur ke arah pom bensin terdekat sangat macet. Saya tidak mau mengambil risiko kehabisan bensin ketika macet, karenanya saya langsung berputar ke arah pintu darurat di belakang kampus.

Sial, berarti saya harus ke rumah Alwi dulu daripada mengisi bensin, karena rumah alwi letaknya sebelum pom bensin kalau dari arah pintu darurat.  Beruntung beliau sudah ada di rumah.  Saya juga bisa bertemu dengan istri dan dua orang anak lelakinya.  Si sulung Wira sudah semester 4 di UGM, sedangkan adiknya Jaya, bersekolah di sadar (smp 1 darmaga) kelas 2, satu kelas diatas Anggi, bungsuku perempuan yang baru keas 1 di smp yang sama.

Jam empat sore saya pulang, sekalian menjemput istri di tempat kerjanya.  Kami harus segera berangkat lagi ke Jakarta untuk menghadiri welty show di La monte Sarinah.  Dalam benak saya sudah berencana memakai SEMI JAS HITAM karena AC di La Monte biasanya cukup dingin. Guess what, hampir saja saya lupa memakai semi jas itu, kalau saja tidak diingatkan.

Singkat cerita, kami keluar tol komdak sekitar jam 7 malam, tepat selesainya jadual three in one. Sip, karena kami hanya berdua saja.

Acara di La Monte berlangsung lancar dan meriah seperti biasanya.  Di penghujung acara, Mr OH, sang inspirator, memberi sedikit afirmasi untuk acara D & A night tanggal 8 Februari nanti.  Menurut beliau, D & A night merupakan sesi training yang sangat penting.  Di sana dapat dilihat dan dipelajari – tanpa teori yang muluk-muluk – bagaimana seseorang yang tadinya nothing menjadi something. Bagaimana mereka yang tadinya MISKIN, menjadi sangat kaya raya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.